Jumat, 27 Februari 2026

Metabahasa Semantik Alami (MSA)

 Natural Semantic Metalanguage (NSM) atau Metabahasa Semantik Alami (MSA) merupakan teori linguistik yang mengurangi makna kata-kata kompleks menjadi kumpulan semantik primitif universal, yang dapat diterjemahkan secara langsung ke semua bahasa. Pendekatan ini dikembangkan oleh Anna Wierzbicka sejak 1970-an, dengan sekitar 65 primitif semantik seperti I, YOU, GOOD, BAD, DO, HAPPEN, yang membentuk dasar deskripsi makna tanpa mengandalkan istilah budaya-spesifik.

Definisi Utama

NSM adalah metabahasa mini yang terdiri dari kata-kata sederhana dan universal, digunakan untuk menjelaskan makna leksikon, tata bahasa, dan nilai budaya secara presisi serta cross-linguistik. Metabahasa ini bersifat alami karena berasal dari bahasa sehari-hari semua penutur, bukan simbol buatan, sehingga mudah dipahami tanpa pelatihan khusus linguistik.

Cara Kerja

Makna diuraikan melalui explication, yaitu paragraf reduktif menggunakan hanya primitif semantik dan sintaksis universal terbatas. Contoh primitif dalam bahasa Indonesia mencakup aku, kamu, orang, sesuatu, baik, buruk, lakukan, terjadi.

Contoh Primitif Semantik

Berikut beberapa kategori primitif NSM dalam bahasa Inggris (dengan padanan umum Indonesia):

KategoriPrimitif Contoh (Inggris/Indonesia)
SubstantivesI/aku, YOU/kamu, SOMEONE/orang, SOMETHING/sesuatu 
EvaluatorsGOOD/baik, BAD/buruk 
Mental PredicatesTHINK/berpikir, KNOW/mengetahui, WANT/ingin 
ActionsDO/lakukan, HAPPEN/terjadi 
TimeWHEN/kapan, NOW/sekarang, BEFORE/sebelum  

Contoh Explication

Makna kata Inggris break dijelaskan sebagai:
someone X did something to something Y
because of this, something happened to Y at the same time
it happened in one moment
because of this, after, Y was not one thing anymore
people can think about it like this: "it can't be one thing anymore"
Dalam konteks Indonesia, patah bisa diuraikan serupa menggunakan primitif MSA untuk analisis semantik lintas bahasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar